Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Pinrang Perkuat Koordinasi Lindungi Produksi Petani

PINRANG – Pemerintah Kabupaten Pinrang memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai langkah menghadapi musim kemarau yang mulai berpengaruh terhadap ketersediaan air bagi lahan pertanian di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan serta menjaga produktivitas lahan di tengah potensi meningkatnya risiko kekeringan.

Penguatan langkah antisipasi dilakukan melalui Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Senin (13/7). Pertemuan ini melibatkan sejumlah unsur teknis yang memiliki peran dalam pengelolaan pertanian, pengairan, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, A. Sinapati Rudy, menekankan pentingnya kesiapan seluruh sumber daya dalam merespons kondisi kekeringan.

Menurutnya, antisipasi perlu dilakukan sejak awal dengan memperkuat koordinasi dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia. Langkah tersebut dinilai penting agar dampak kemarau dapat dikendalikan sebelum memengaruhi produksi pertanian secara lebih luas.

“Kita harus bergerak bersama. Seluruh pihak terkait harus memperkuat koordinasi, memanfaatkan seluruh potensi yang ada, serta mengambil langkah-langkah cepat agar para petani tidak mengalami kerugian akibat kekeringan,” ungkap Sinapati Rudy.

Ia menjelaskan, penanganan kekeringan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur di lapangan. Penyuluh pertanian, petugas pengairan, hingga petugas pengendali organisme pengganggu tanaman diharapkan dapat menjalankan peran masing-masing secara terpadu.

Koordinasi tersebut juga diarahkan untuk memastikan pengelolaan dan distribusi air irigasi dapat dilakukan secara efektif sesuai kondisi kebutuhan di lapangan. Selain itu, sumber-sumber air yang masih tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Pinrang juga mendorong agar setiap perkembangan kondisi di lapangan dapat segera disampaikan dan ditindaklanjuti. Dengan pola koordinasi yang cepat, langkah teknis dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah pertanian.

Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian masyarakat. Stabilitas sektor pertanian juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah serta keberlangsungan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri para Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Kepala UPT Sumber Daya Air, Kepala Unit Pelaksana Operasi (UPO), serta Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Pinrang.

Melalui sinergi antarunsur tersebut, Pemkab Pinrang menegaskan komitmennya untuk memastikan potensi dampak musim kemarau dapat diantisipasi secara terukur, sekaligus memberikan dukungan terhadap petani agar tetap mampu mempertahankan produktivitas pertaniannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *