PINRANG — Upaya menjaga ketahanan produksi pangan di Kabupaten Pinrang terus menunjukkan hasil positif. Panen padi perdana di Kelurahan Temmasarangnge, Kecamatan Paleteang, mencatat hasil ubinan statistik mencapai 13 ton per hektare.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran kemampuan sektor pertanian Pinrang dalam mempertahankan produktivitas di tengah tantangan musim kemarau dan fenomena El Niño yang turut memengaruhi kondisi pertanian.
Hasil panen tersebut disaksikan langsung Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si saat menghadiri panen padi perdana, Jumat (11/9). Wabup Sudirman didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang A. Sinapati Rudy serta Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Pinrang Bachrumsyah.
Menurut Wabup Sudirman, hasil ubinan yang tercatat secara statistik tersebut menjadi indikator positif terhadap kemampuan petani dalam mengelola lahan dan mempertahankan produksi di tengah kondisi iklim yang menantang.
“Capaian ini patut kita apresiasi karena diperoleh dalam kondisi yang tidak mudah. Musim kemarau dan El Niño memberikan tantangan tersendiri bagi petani, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air. Namun produktivitas tetap mampu dijaga,” ungkap Sudirman.
Ia menilai, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani serta dukungan berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam sektor pertanian. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, petani dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi.
Bagi pemerintah daerah, produktivitas yang tetap terjaga memiliki arti lebih luas karena berkaitan dengan ketersediaan pangan sekaligus keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor pertanian.
Karena itu, hasil panen di Paleteang diharapkan dapat menjadi dorongan untuk mempertahankan produktivitas pada musim tanam berikutnya. Peningkatan hasil produksi juga perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga pendapatan dan kesejahteraan petani.
Wabup Sudirman menekankan bahwa tantangan perubahan iklim, terutama berkaitan dengan ketersediaan air, membutuhkan penanganan yang dilakukan secara bersama dan terencana.
“Yang paling penting adalah bagaimana sinergi ini terus kita jaga. Pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki agar petani tetap dapat berproduksi dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari hasil pertanian tersebut,” lanjutnya.
Selain menjaga ketersediaan air, pemerintah daerah juga mendorong petani untuk terus beradaptasi melalui penerapan inovasi dan teknologi pertanian. Pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi lahan serta pengelolaan irigasi yang lebih efektif menjadi bagian dari langkah yang dapat mendukung produktivitas.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Pinrang. Produksi yang terjaga diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam memenuhi kebutuhan pangan maupun meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemerintah Kabupaten Pinrang akan terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui koordinasi lintas sektor, pendampingan serta optimalisasi sumber daya yang tersedia. Langkah tersebut diarahkan agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah dapat terus diperkuat.
Panen perdana di Kecamatan Paleteang ini diharapkan menjadi motivasi bagi petani di wilayah lainnya untuk terus mengembangkan praktik pertanian yang adaptif, produktif dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.
