DPRD Pinrang Gelar RDP Bahas Listrik Puluhan Tahun Tak Kunjung Masuk ke Wilayah Dusun Peppangan

Pinrang–Dusun Peppangan yang berada di wilayah Kabupaten Pinrang, Desa Rajang, Kecamatan Lembang. Sejak Indonesia merdeka belum pernah merasakan aliran listrik. Mereka hanya menggunakan penerangan seadanya di malam hari. Sangat ironis tentunya. Daerah yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru yang bukan hanya menerangi kota-kota besar di sulsel tapi juga sampai di Sulawesi Tenggara, Sulbar dan Sulteng. Sedangkan, Dusun Peppangan yang jaraknya hanya ‘sejengkal’ dari PLTA Bakaru belum bisa dialiri listrik.

Demikian salah satu keluhan pemuda Peppangan yang menghadiri kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Pinrang, Senin, 27 Mei 2024, bertempat di ruang rapat Bapemperda.

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi III, Ir.H.Usman Bengawan, SH didampingi Ketua Komisi II, A.Pallawagau Kerrang, SE. turut dihadiri, beberapa staf KPH Sawitto, beberapa staf PLN Pinrang, camat Lembang, kades Rajang, dan beberapa pemuda Peppangan. Mereka datang menagih janji PLN yang katanya kampung mereka akan dialiri listrik tahun 2023, namun sampai hari ini tahun 2024, aliran listrik belum masuk juga.

Menurut Kades Rajang, peroses pengadaan listrik di Peppangan ini terlalu lama. Sudah 10 kali saya fasilitasi tim yang meninjau lokasi tapi sampai hari ini belum terealisasi. Ada apa sebenarnya, kenapa berbelit-belit.

“Saya kalau ke Peppangan menetes air mata saya melihat warga di atas, sudah lah jalanannya jelek, tidak ada listriknya. Padahal Peppangan salah satu kampung tertua di Rajang”, ungkap Kades Rajang.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Pinrang, H.Usman Bengawan mengakui masuknya listrik ke Peppangan memang lama diurus. Beberapa kali diadakan pertemuan dengan pihak PLN, tidak kunjung selesai. Berbelit belit, saling klaim antara pihak PLN dan Dinas Kehutanan.

“Mudah-mudahan RDP ini adalah RDP terakhir yang membahas mengenai pengadaan listrik di Peppangan. Mudah-mudahan sudah ada solusi nantinya yang kita capai”, harap legislator Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, menurut Camat Lembang Muh.Yusuf Nur menjelaskan, sebenarnya jika berbicara akses jalan di Dusun Peppangan, jalannya lumayan bagus, bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Jadi akses jalan tidak bisa jadi alasan untuk tidak memasukkan listrik di Peppangan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *