Mario Group Bangun Perumahan ke-15 di Pinrang, Ada 43 Rumah Subsidi

Pinrang—PT Mario Bakti Group kembali memperluas ekspansinya di sektor properti dengan memulai pembangunan perumahan ke-15 yang diberi nama Mario Batili Residence. Proyek ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan karena merupakan perumahan pertama yang dibangun di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya mengembangkan 14 proyek serupa di wilayah Parepare, Luwu, dan Maros.

Peletakan batu pertama dilaksanakan pada Jumat (18/4) dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan pemerintah daerah, pimpinan Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta notaris mitra Mario Group. Kehadiran dua bank tersebut menegaskan dukungan sektor perbankan terhadap pengembangan proyek ini, terutama dalam hal pembiayaan KPR dan konstruksi.

Direktur PT Alif Boll Mandiri, Alif Ramadan Syam, menyampaikan bahwa Mario Batili Residence akan dibangun sebanyak 43 unit rumah subsidi, dengan target penyelesaian dalam waktu tiga bulan.

“Kami ingin mendukung program pemerintah untuk menyediakan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Proyek ini menjadi kontribusi nyata kami,” ujar Alif.

Menariknya, meski tergolong rumah subsidi, Mario Batili Residence menawarkan spesifikasi yang lebih unggul dibandingkan proyek serupa. Setiap unit dilengkapi dengan kanopi, pengaman pintu dan jendela, serta fasilitas taman kecil di teras depan rumah. Dari sisi pemasaran, pengembang menawarkan skema promo dengan uang muka ringan mulai Rp3 juta, serta pembebasan berbagai biaya lainnya.

CEO Mario Group, Kalsum Kadir, menyatakan bahwa pembangunan di Pinrang memiliki nilai emosional karena merupakan kampung halaman dari Founder Mario Group, Asy’ari Abdullah.

“Ini bentuk kontribusi kami kepada daerah asal. Kami ingin membawa kualitas pembangunan perumahan yang selama ini kami bangun di daerah lain ke Pinrang,” ujar Kalsum.

Asy’ari Abdullah, yang juga anggota DPRD Parepare, menekankan bahwa Mario Batili Residence hadir dengan ukuran kavling yang lebih luas dibandingkan proyek sebelumnya. Jika biasanya rumah subsidi Mario memiliki ukuran 6×12 meter, maka di proyek ini, ukuran kavling ditingkatkan menjadi 6×15 meter.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Asy’ari menyebutkan bahwa proyek awal ini akan menjadi tolok ukur pasar. Saat ini lahan seluas 7.000 meter persegi telah dibebaskan, namun perusahaan berencana mengembangkan hingga 5 hektar apabila respons pasar positif.

“43 unit ini adalah langkah awal. Jika permintaan tinggi, kami siap ekspansi,” tegasnya.

Pembangunan proyek ini sepenuhnya didukung oleh pembiayaan konstruksi dari Bank BNI, dengan proses KPR nantinya akan difasilitasi oleh BNI dan BSI. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara pengembang properti dan lembaga keuangan dalam mendukung program perumahan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor perumahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *