Program AMAN BAH, Solusi SMAN 7 Pinrang Atasi Emisi Kendaraan Siswa

Pinrang – Tingginya jumlah kendaraan bermotor milik siswa di UPT SMAN 7 Pinrang selama lima hari sekolah dalam seminggu telah memunculkan persoalan serius: pencemaran udara dan kemacetan lokal di sekitar lingkungan sekolah. Merespons hal ini, pihak sekolah melahirkan sebuah terobosan kreatif dan solutif bertajuk AMAN BAH (Ajak Teman Bonceng Dua ke Sekolah).

Inovasi AMAN BAH bertujuan mengurangi emisi gas buang dari kendaraan roda dua yang digunakan oleh lebih dari 2.300 siswa dalam tiga tahun terakhir. Melalui program ini, siswa diajak untuk berbagi kendaraan dengan teman yang searah dalam perjalanan ke sekolah. Langkah sederhana ini diharapkan mampu menekan jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan sekolah setiap hari.

Kepala UPT SMAN 7 Pinrang, Drs. Ikhwan Matu, M.Pd, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kesadaran lingkungan yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Kita ingin membangun budaya transportasi ramah lingkungan dari sekolah. Program AMAN BAH tidak hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga membangun sikap solidaritas dan tanggung jawab siswa terhadap sesama dan bumi,” jelasnya.

Inovasi ini juga mendukung kebijakan nasional seperti yang tercantum dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mendorong pengurangan polusi udara melalui pengelolaan transportasi berkelanjutan.

Lebih dari sekadar pengurangan emisi karbon, program ini turut mendidik karakter siswa dalam hal kedisiplinan, empati, dan kesadaran lingkungan. Para guru berperan sebagai pendamping dalam memantau pelaksanaan program, memastikan inovasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian dari budaya sekolah.

Dengan semangat kolaborasi antara siswa, guru, dan pimpinan sekolah, AMAN BAH menjadi simbol gerakan kecil yang berdampak besar, menjadikan SMAN 7 Pinrang sebagai pelopor sekolah hijau yang peduli akan masa depan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *