PINRANG – Penguatan budaya literasi terus didorong melalui keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk kalangan akademisi. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan literasi yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga mendorong kreativitas, keberanian berpendapat, dan kemampuan berpikir kritis.
Semangat itu terlihat dalam rangkaian program pengabdian Mahasiswa KKN-T Literasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 di Kelurahan Jaya. Sebagai penutup kegiatan, para mahasiswa menghadirkan Gala Aksara di Rumah Ceria Sahabat KITA, Rabu (5/8).
Gala Aksara dikemas sebagai ruang belajar yang interaktif dan menyenangkan dengan melibatkan anak-anak serta masyarakat umum. Sejumlah aktivitas edukatif dan kreatif dihadirkan, mulai dari peningkatan kapasitas menulis, kajian dan tanggapan buku, permainan edukatif hingga berbagai kegiatan kreatif lainnya.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap buku dan aktivitas membaca. Lebih dari itu, peserta diberikan ruang untuk mengembangkan gagasan, menyampaikan pendapat, serta membangun kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pinrang, Rachmatullah, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa Unhas yang menjadikan literasi sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan literasi memberikan nilai tambah dalam memperluas jangkauan gerakan membaca dan belajar, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini.
“Literasi merupakan fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Ketika budaya membaca tumbuh, maka kemampuan berpikir, menganalisis, hingga mengambil keputusan juga akan semakin baik. Inilah investasi jangka panjang bagi masa depan generasi kita,” ungkap Rachmatullah.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat melalui program KKN dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menghadirkan kegiatan literasi secara langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, gerakan literasi akan semakin efektif apabila dikembangkan melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan karakter masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti Gala Aksara dinilai dapat menjadi ruang interaksi yang mempertemukan proses belajar dengan aktivitas yang menyenangkan.
Selain memberikan pengalaman belajar bagi peserta, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa literasi dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk aktivitas yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Rachmatullah berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan di berbagai wilayah Kabupaten Pinrang. Dengan keterlibatan lebih banyak pihak, gerakan literasi diharapkan tidak hanya berlangsung dalam bentuk kegiatan sesaat, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar di tengah masyarakat.
“Jika literasi tumbuh dengan baik, maka masyarakat akan semakin terbuka terhadap ilmu pengetahuan, lebih siap menghadapi perubahan, serta memiliki kemampuan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Inilah manfaat besar yang ingin terus kita hadirkan melalui gerakan literasi,” pungkasnya.
