PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pompa air untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos., saat meninjau langsung proses pompanisasi di Desa Padakkalawa, Selasa (18/8).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Irwan menegaskan bahwa berbagai sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah akan terus dimanfaatkan untuk membantu petani, khususnya pada wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Menurutnya, kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang membutuhkan langkah cepat dan terukur agar aktivitas pertanian masyarakat tetap dapat berjalan. Karena itu, perangkat daerah terkait didorong untuk terus mengidentifikasi kebutuhan di lapangan dan mengoptimalkan dukungan yang tersedia.
“Seluruh sumber daya yang ada akan terus kita maksimalkan untuk membantu para petani menghadapi musim kemarau ini. Kita ingin memastikan lahan pertanian masyarakat tetap mendapatkan pasokan air sehingga produksi pertanian dapat terus dipertahankan,” ungkap Bupati Irwan.
Optimalisasi pompanisasi diharapkan dapat membantu petani mempertahankan aktivitas budidaya sekaligus mengurangi risiko kekurangan air yang berpotensi memengaruhi produktivitas lahan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudy, menjelaskan bahwa upaya pemenuhan kebutuhan air pertanian dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai dukungan, termasuk bantuan pompa dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Pompa yang tersedia selanjutnya diarahkan untuk mendukung kelompok tani, terutama pada wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air akibat kondisi kemarau.
“Pompa ini kita arahkan untuk membantu kelompok tani memenuhi kebutuhan air lahan pertanian. Dengan demikian, petani tetap dapat melakukan aktivitas budidaya meskipun kondisi kemarau masih berlangsung,” jelasnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Pinrang, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian. Karena itu, intervensi melalui pompanisasi menjadi bagian dari langkah teknis untuk membantu petani mempertahankan lahan produktif di tengah perubahan kondisi cuaca.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap kelompok tani agar kegiatan budidaya tetap berjalan dan potensi penurunan produksi akibat kekeringan dapat ditekan.
Sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan, keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Pinrang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menopang perekonomian masyarakat.
Melalui penguatan dukungan sarana pertanian dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia, Pemerintah Kabupaten Pinrang terus mendorong agar petani tetap produktif, lahan pertanian tetap terjaga, dan dampak kemarau terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan.
