PINRANG — Penguatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pinrang terus diarahkan agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang adalah memastikan pelaksanaan program kesehatan dapat berjalan efektif hingga tingkat fasilitas pelayanan terdepan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rangkaian kunjungan kerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr. H. Ramli Yunus, M.Kes., ke seluruh puskesmas yang ditutup di Puskesmas Salimbongan, Sabtu (12/9).
Kunjungan terakhir tersebut dirangkaikan dengan Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Klaster di Aula Puskesmas Salimbongan. Rangkaian roadshow yang telah menjangkau 19 puskesmas ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan koordinasi untuk melihat langsung pelaksanaan program dan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.
Sebelum mengikuti Lokmin, dr. Ramli bersama jajaran meninjau Pustu Malong di Desa Ulusaddang. Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah yang jauh dari pusat layanan dinilai penting untuk memperpendek akses masyarakat. Karena itu, kesiapan sarana dan pelayanan di tingkat pustu terus didorong agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dalam evaluasi di Puskesmas Salimbongan, dr. Ramli menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak cukup diukur dari sisi administrasi, tetapi harus terlihat dari manfaat yang diterima masyarakat.
Sejumlah program menjadi perhatian, di antaranya percepatan penemuan dan penanganan tuberkulosis (TB), perluasan Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta penguatan intervensi stunting.
“Lakukan yang kita tulis dan tulis yang kita lakukan. Semua persoalan pelayanan harus diselesaikan secara berjenjang dan setiap kebutuhan disampaikan secara terbuka agar dapat ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan CKG, Puskesmas Salimbongan mencatat cakupan sebesar 90 persen, yang disebut sebagai capaian tertinggi di Kabupaten Pinrang. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan karena menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan lebih awal.
Deteksi dini menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan karena faktor risiko maupun penyakit dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih berat.
Sementara itu, upaya percepatan penurunan stunting juga terus menjadi perhatian. Kabupaten Pinrang menargetkan angka stunting turun dari 22,22 persen pada 2025 menjadi di bawah 19 persen pada 2026.
Penguatan tenaga gizi, pemberian makanan tambahan serta pendampingan terhadap keluarga berisiko menjadi bagian dari intervensi yang terus dilakukan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Pinrang di masa mendatang.
Pada sektor penanganan TB, Dinas Kesehatan mendorong peningkatan kualitas pelacakan dan pemeriksaan terhadap masyarakat yang terindikasi. Penemuan kasus secara lebih cepat diharapkan dapat mempercepat pengobatan sekaligus membantu mencegah penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Selain program kesehatan, aspek kedisiplinan dan etika pelayanan turut menjadi perhatian. dr. Ramli meminta tenaga kesehatan menjaga koordinasi lintas sektor serta memastikan setiap persoalan pelayanan ditangani melalui mekanisme yang tepat.
Dinas Kesehatan juga memberikan apresiasi terhadap inovasi Pusaka Sakti Puskesmas Salimbongan yang dikembangkan sebagai basis data terpadu. Pemanfaatan data dinilai dapat membantu tenaga kesehatan menentukan sasaran intervensi secara lebih tepat sesuai kondisi masyarakat di wilayah kerja.
Dengan basis data yang baik, program kesehatan diharapkan tidak hanya berjalan secara umum, tetapi dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang memang membutuhkan intervensi.
Tuntasnya roadshow di Puskesmas Salimbongan menjadi bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Pinrang. Masukan dari lapangan, capaian program dan berbagai kebutuhan fasilitas pelayanan menjadi bahan untuk memperbaiki pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Melalui penguatan akses, pemanfaatan data, deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Pinrang terus mendorong pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga wilayah terpencil.
