PINRANG, Sulawesi Selatan – Di Desa Alitta, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, terdapat sebuah sumur yang tidak biasa, yaitu Sumur Manurung Lapakkita. Sumur ini bukan hanya sebatas sumber air, melainkan juga menyimpan sejumlah cerita dan keunikan, termasuk kisah romantisme antara seorang raja dan seorang bidadari.
Sumur ini, yang terletak hanya sekitar 25 menit dari pusat Kota Pinrang, menjadi tempat khusus yang dibuat oleh Raja Alitta, La Massora, pada sekitar tahun 1605 M. Sumur tersebut didirikan sebagai syarat untuk mempersunting seorang bidadari yang berhasil ditangkap oleh sang raja.
Meskipun jalan menuju Sumur Lapakkita belum sepenuhnya beraspal, lokasinya mudah dijangkau. Begitu tiba di Desa Alitta, pengunjung dapat dengan mudah menemukan sumur ini berkat pintu gerbang besar yang terletak di samping jalan utama desa. Adanya lapangan sepak bola di depan gerbang juga menjadi penanda yang baik.
Kompleks Sumur Manurung Lapakkita hanya berjarak sekitar 50 meter dari gerbang, dan pengunjung dapat memarkir kendaraan dengan nyaman di sekitar area tersebut. Namun, untuk melihat langsung sumur ini, pengunjung diharapkan menghubungi penjaga situs kebudayaan terlebih dahulu.
Menurut La Sinrang, penjaga situs Sumur Manurung Lapakkita, sumur tersebut awalnya dibuat oleh perintah Raja Alitta, La Massora, sebagai syarat untuk menikahi seorang bidadari yang berhasil ditangkap oleh raja. Nama Sumur Manurung Lapakkita sendiri terkait erat dengan legenda peristiwa penangkapan bidadari tersebut, di mana masyarakat ingin melihatnya meski dari kejauhan.
Legenda ini juga mempercayai bahwa sesekali bidadari masih datang ke sumur tersebut, dan masyarakat mengamati gejala seperti gelembung yang muncul di air sebagai tanda kehadiran mereka. Kepercayaan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, yang kini cenderung mengunjungi Sumur Manurung Lapakkita pada akhir pekan atau hari-hari tertentu yang dianggap sebagai waktu yang baik.
Sebagai bagian dari warisan sejarah Sulawesi Selatan, Sumur Manurung Lapakkita tetap mempesona dengan cerita romantis dan keunikan tradisinya, menjadikannya destinasi menarik bagi mereka yang tertarik dengan cerita-cerita legendaris dan sejarah lokal.
