Sekda Pinrang Tekankan Penguatan Karakter Berbasis Nilai Keagamaan di Dunia Pendidikan

Pinrang — Pembinaan karakter melalui penanaman nilai-nilai spiritual keagamaan menjadi langkah strategis dalam menangkal dampak negatif perkembangan zaman yang berlangsung begitu cepat. Pemerintah Kabupaten Pinrang menegaskan pentingnya penerapan hal tersebut dalam dunia pendidikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, A. Calo Kerrang, saat membuka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Pendidikan Agama Islam yang dirangkaikan dengan Workshop Guru Pendidikan Agama Islam, yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Senin (10/11).

Dalam sambutannya, Sekda A. Calo Kerrang menjelaskan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan merupakan pondasi utama dalam membangun generasi yang tangguh dan bermoral di tengah pesatnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.

“Nilai-nilai spiritual menjadi filter yang kuat agar generasi muda tidak mudah tergerus oleh pengaruh negatif perkembangan zaman,” ujarnya.

Sekda juga menekankan pentingnya peran tenaga pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat memanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran yang efektif dan menarik.

“Guru harus menjadi pelita bagi peserta didik, tidak hanya dalam ilmu pengetahuan tetapi juga dalam pembentukan akhlak. Teknologi boleh berkembang, namun karakter tetap harus dibangun di atas nilai keagamaan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan program kerja yang relevan dengan tantangan zaman tetapi tetap berpijak pada tujuan utama pendidikan, yaitu mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlakul karimah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam pembinaan tenaga pendidik agama. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama menjadi kunci dalam mencetak generasi yang berwawasan luas namun tetap berpegang pada nilai moral dan spiritual.

“Ilmu pengetahuan tanpa karakter hanya akan melahirkan generasi cerdas tapi rapuh. Namun dengan nilai agama, kita menciptakan generasi unggul yang bermanfaat bagi bangsa,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda Pinrang yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *