Miftahul Awal Rahman Dipercaya Masuk Presidium IKAJO Sulsel, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan

YOGYAKARTA – Miftahul Awal Rahman resmi dikukuhkan sebagai salah satu dari sembilan Presidium Ikatan Keluarga Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan dalam rangkaian Reuni Akbar dan Pengukuhan Pengurus IKAJO Sulsel yang digelar di Wisma Kagama Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, sebagai bentuk pengesahan kepengurusan baru IKAJO Sulsel, organisasi yang mewadahi alumni asal Sulawesi Selatan yang pernah menempuh pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Miftahul Awal Rahman, yang akrab disapa Songkir, menjadi salah satu figur termuda yang dipercaya mengisi kepemimpinan kolektif IKAJO Sulsel. Keterlibatannya dinilai menjadi simbol regenerasi kepemimpinan sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara generasi muda dan para alumni senior.

Ketua IKAMI Sulawesi Selatan Yogyakarta, Gerry Marastico, menyambut positif komposisi kepengurusan yang memberi ruang kepada generasi muda untuk berperan dalam jajaran presidium.

“Kami melihat ini sebagai langkah yang baik dalam membangun regenerasi organisasi. Kehadiran anak muda di jajaran presidium menunjukkan bahwa IKAJO Sulsel memberikan ruang bagi kader-kader muda untuk belajar, berkontribusi, dan berkolaborasi bersama para senior. Sinergi ini penting agar hubungan antara mahasiswa, alumni muda, dan alumni senior semakin kuat,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Demisioner Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Bone Yogyakarta (FKMBY), Muh. Fajar Irfan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan alumni lintas angkatan.

“IKAJO Sulsel adalah rumah besar seluruh alumni. Karena itu, organisasi ini harus mampu merangkul semua lintas angkatan tanpa sekat. Hadirnya perwakilan anak muda dalam presidium menjadi harapan baru agar komunikasi antargenerasi semakin erat dan organisasi terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Saya optimistis kepengurusan ini mampu membangun paguyuban yang semakin inklusif dan menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh alumni,” katanya.

Sementara itu, Miftahul mengaku amanah tersebut merupakan kepercayaan besar yang tidak pernah dibayangkannya. Ia menilai masih banyak senior yang memiliki pengalaman dan kapasitas lebih untuk mengemban posisi tersebut.

“Sejujurnya saya merasa belum layak berada di posisi ini. Masih banyak senior yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan dedikasi yang jauh lebih besar daripada saya. Namun ketika ini menjadi panggilan untuk mengabdi kepada rumah besar kita, IKAJO Sulsel, maka tidak ada alasan bagi saya untuk menolak,” ujar Miftahul.

Ia menegaskan, jabatan yang diembannya bukanlah tujuan, melainkan amanah untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para senior yang telah memberikan kepercayaan ini. Saya menerima amanah tersebut sebagai kesempatan untuk terus belajar, memperkuat kolaborasi, sekaligus menjadi jembatan antara generasi muda dan para senior. Saya berharap IKAJO Sulsel dapat terus menjadi rumah besar yang menyatukan seluruh alumni lintas angkatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi Sulawesi Selatan dan Indonesia,” tuturnya.

Pengukuhan pengurus IKAJO Sulsel menjadi salah satu agenda utama dalam Reuni Akbar IKAJO Sulsel yang dihadiri ratusan alumni dari berbagai generasi. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi serta mendorong peran alumni dalam mendukung pembangunan daerah melalui jejaring, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Jika menginginkan gaya yang lebih khas media online seperti Tribun, Detik, atau Kumparan, saya juga bisa menyesuaikan struktur lead, judul, dan pemilihan diksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *