Puskesmas Salo Gelar Pertemuan Lintas Sektor, Serap Masukan untuk Perbaikan Layanan

PINRANG — Puskesmas Salo, Kabupaten Pinrang, menggelar pertemuan lintas sektor yang dirangkaikan dengan forum konsultasi publik. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus menyerap masukan dari berbagai pihak terkait kendala yang ditemukan di lapangan.

Kepala Puskesmas Salo, dr. Lenny Wirawan, mengatakan forum tersebut menghadirkan sejumlah pihak, termasuk unsur Ortala, untuk memberikan masukan dan arahan terhadap proses pelayanan yang selama ini diberikan Puskesmas Salo kepada masyarakat.

“Kegiatan hari ini adalah kegiatan lintas sektor yang dirangkaikan dengan forum konsultasi publik. Dihadirkannya pihak Ortala dalam hal ini membantu kami memberikan masukan atau arahan mengenai proses pelayanan yang Puskesmas Salo telah berikan kepada masyarakat,” kata Lenny.

Menurutnya, masukan dari peserta forum sangat penting untuk membantu pihak puskesmas mengidentifikasi berbagai kendala maupun persoalan yang ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan di lapangan.

Lenny berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kerja sama lintas sektor sehingga program-program kesehatan yang dijalankan Puskesmas Salo dapat berjalan optimal dan mencapai target yang telah ditetapkan Dinas Kesehatan.

“Kami harapkan dengan kegiatan ini, kerja sama kami dengan lintas sektor dapat berjalan dengan baik sehingga kegiatan-kegiatan program yang diberikan oleh Dinas Kesehatan kami dapat memberikan yang terbaik dan mencapai target yang diberikan,” ujarnya.

Selain penguatan program, forum tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Puskesmas Salo berharap masukan yang disampaikan peserta dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat.

Dalam pertemuan itu, sejumlah capaian program kesehatan turut dipaparkan, di antaranya program Cek Kesehatan Gratis (CKG), penanganan Tuberkulosis (TB), hingga kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Untuk program CKG, Puskesmas Salo mencatat capaian sebesar 32 persen dari target 46 persen yang ditetapkan pemerintah pusat. Sasaran yang telah terinput dalam sistem ASIK mencapai 20.157 orang, yang mencakup CKG umum dan CKG sekolah.

Sementara untuk penanganan TB, dalam waktu dekat akan dilakukan tracing TB yang terintegrasi dengan CKG. Khusus wilayah Watang Sawitto, terdapat delapan lokus yang akan menjadi lokasi pemeriksaan.

Pemeriksaan nantinya meliputi pemeriksaan sputum dan foto rontgen. Pelaksanaannya masih menunggu kesiapan dari pihak pusat.

Terkait DBD, Lenny menyebut hingga Juni 2026 terdapat 15 kasus di wilayah kerja Puskesmas Salo. Kasus terbanyak terjadi pada Mei dengan lima kasus.

Untuk mencegah kasus bertambah, Puskesmas Salo telah mendorong masing-masing kelurahan untuk meningkatkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Masih perlu lagi untuk lakukan kegiatan PSN supaya kasusnya tidak bertambah lagi ke depannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *