Kemarau Berlanjut, Pemkab Pinrang Perkuat Tata Kelola Air untuk Mendukung Lahan Pertanian

PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memperkuat pengelolaan sumber daya air untuk menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian di tengah keterbatasan debit irigasi selama musim kemarau.

Pengaturan distribusi menjadi salah satu langkah yang ditempuh agar ketersediaan air yang terbatas dapat dimanfaatkan secara optimal dan disalurkan secara proporsional kepada lahan pertanian yang bergantung pada jaringan irigasi, Jumat (18/9).

Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., melakukan monitoring langsung terhadap kondisi debit air di Saluran Induk Sawitto, salah satu jaringan irigasi yang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pertanian masyarakat di Kabupaten Pinrang.

Dari hasil monitoring tersebut, kondisi debit air menjadi perhatian dalam menentukan pola distribusi kepada wilayah yang terlayani jaringan Saluran Induk Sawitto. Pengaturan distribusi air akan dilakukan mulai dari Sawitto 1 hingga Sawitto 10.

Wabup Sudirman mengatakan, penyesuaian distribusi diperlukan untuk mempertemukan antara ketersediaan air dengan kebutuhan lahan pertanian. Dengan pola pengaturan yang tepat, sumber daya air yang tersedia diharapkan dapat memberikan manfaat secara lebih merata.

“Pengaturan air ini kita lakukan untuk menyesuaikan antara ketersediaan debit dengan kebutuhan irigasi para petani yang terlayani Saluran Induk Sawitto. Dengan pengaturan yang baik, kita berharap distribusi air dapat lebih merata dan memberikan manfaat bagi lahan pertanian masyarakat,” ungkap Sudirman.

Menurutnya, pengelolaan jaringan irigasi dalam kondisi debit terbatas membutuhkan koordinasi seluruh pihak. Penggunaan air secara bijak dan sesuai kebutuhan menjadi bagian penting agar distribusi dapat berlangsung secara tertib serta mengurangi potensi persoalan di lapangan.

Karena itu, pengaturan mulai Sawitto 1 sampai Sawitto 10 diarahkan untuk menjaga keseimbangan distribusi air, terutama bagi wilayah yang memiliki ketergantungan terhadap jaringan tersebut.

Bagi sektor pertanian, keberadaan air irigasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan produksi. Distribusi yang teratur diharapkan dapat membantu petani mengelola lahan, mengurangi risiko kekeringan dan mempertahankan produktivitas selama musim kemarau.

Pemkab Pinrang juga terus mendorong koordinasi dengan pengelola jaringan irigasi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta kelompok tani. Koordinasi tersebut diperlukan agar kondisi di lapangan dapat dipantau dan setiap persoalan distribusi air dapat segera ditangani secara bersama.

Pengelolaan air secara terukur dan berkelanjutan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Prinsip pemerataan dan kebermanfaatan bagi masyarakat menjadi perhatian agar keterbatasan debit tidak menghambat aktivitas pertanian secara keseluruhan.

Melalui monitoring, pengaturan distribusi dan koordinasi lintas pihak, Pemerintah Kabupaten Pinrang terus berupaya menjaga pelayanan irigasi agar tetap berjalan di tengah tantangan musim kemarau.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung petani mempertahankan aktivitas produksi sekaligus menjaga sektor pertanian tetap menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Pinrang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *